
JW Marriot, dan Ritz Carlton, dua hotel mewah yang ditengarai milik jaringan bisnis Yahudi di Jakarta di bom, Jum’at, 17 Juli 2009. Pasca pengeboman dua hotel tersebut, bisa dipastikan topik dan tema yang hangat diperbincangkan adalah terorisme. Sejak peristiwa 9/11 istilah terorisme atau Al Irhaab memang selalu menjadi istilah yang diperbincangkan dalam setiap kesempatan. Bagi seorang Muslim yang terpenting adalah mengetahui apakah status hukum terorisme ? dan apa pendapat ulama salaf mengenai terorisme ?
Memahami Latar Belakang & Makna Terorisme
Pertama, kita harus memahami bahwa ada perang antara Islam dan kufur. Kaum kuffar berperang ata nama apa yang mereka sebut terorisme. Kita harus memahami apa itu terorisme? Kita harus pula peka bahwa orang menggunakan istilah ini dengan konteks rasa bangga dan setuju serta dengan konteks penyangkalan dan tidak setuju.
Ahli tauhid menggunakan istilah ini dengan rasa bangga, untuk mengatakan bahwa mujahidin adalah teroris sebagai sifat yang layak dipuji, sedangkan kaum kuffar menggunakan istilah ini sebagai penyangkalan atau ketidaksetujuan, untuk menyebut seseorang sebagai teroris ketika seseorang menyerang mereka.
Kita harus memahami ada atau tidak hubungan antara jihad dan terorisme, Allah SWT, Menggunakan istilah ini dalam Al-Qur’an :
“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggetarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang yang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya.”(QS. Al-Anfaal : 60)
Kekuatan disini disebutkan oleh Rasulullah SAW, sebagai persenjataan, Rasulullaah SAW, bersabda : “Sesungguhnya kekuatan itu adalah persenjataan.”
Kita tidak menyatakan bahwa ayat ini berarti mempersiapkan diri kita secara internal, karena kita tahu bahwa dari hadits Rosul bahwa agama akan didukung dengan jihad meski pun oleh seseorang yang berbuat dosa (fasik/fajir), Rasulullah SAW, bersabda : “Allah akan mendukung agama ini dengan orang yang fajir (seseorang yang meninggalkan kewajiban-kewajibannya dan mengerjakan keharaman).”
Meskipun seseorang telah berbuat dosa, dia dapat ikut berperang dan niatnya akan dibalas di saat terakhir dan dia bisa menjadi ahli surga. Begitu pula sebaliknya, seseorang yang pergi berjihad dengan ikhlas dapat berubah niatnya pada saat terakhir dan jika dia terbunuh ketika niatnya berubah untuk ghonimah atau tujuan lain selain berperang karena ridha Allah SWT, maka dia dapat masuk neraka.
Hal ini pernah terjadi pada orang terbaik. Rasul SAW, pernah bicara tentang Qirqara, seseorang yang membawa harta atau benda-benda Rasulullah SAW, selama bertahun-tahun, dia pergi ke sebuah peperangan dan melihat mantel seseorang di sana, dia mengambil mantel tersebut dan terbunuh ketika mengambilnya. Kemudian orang-orang mengatakan bahwa dia syahid, tapi Rasul SAW, berkata : “Tidak, dia di neraka.”
Terorisme dalam pandangan Islam adalah pelanggaran terhadap kesucian kehidupan, secara lisan, fisik, atau finansial dengan atau tanpa ijin (hak). Jika dengan ijin Allah SWT, akan terpuji (benar), dan jika tanpa ijin Allah SWT,. akan tercela (salah).
Kita harus menyadari bahwa setiap muslim memiliki kesucian jiwa, harta dan kehormatan, sebagaimana Rosul SAW, bersabda : “Barangsiapa membantu orang untuk membunuh kaum muslimin bahkan dengan sebuah ucapan atau kurma, dia kafir.”
Kalian tidak dapat bergabung atau bersekutu dengan kaum kuffar untuk melawan kaum muslimin, atau membuat kaum muslimin menyerahkan diri pada kuffar. Jika kalian melaporkan kaum muslimin dan menjerumuskan mereka sehingga mereka tertawan, terbunuh atau dilanggar kesucian mereka, hal tersebut adalah kekufuran dan termasuk terorisme yang tercela (salah).
Islam berbicara tentang irhaab (terorisme) dan Ir’aab (teror/rasa gentar). Rasul SAW,. bersabda : “Allah memberiku kejayaan dengan rasa gentar musuh.”
Rasul SAW,. juga menyuruh kita untuk, “Lemparkan rasa takut/terror di hati musuh.”
Hal-hal tersebut merupakan teror yang terpuji. Imam Syafi’i berbicara tentang terorisme dalam Islam. Beliau berkata : “Terorisme (irhaab) untuk musuh merupakan salah satu dari dasar/pondasi Islam. Barangsiapa menyangsikan bahwa menteror musuh adalah fardhu, maka dia termasuk kafir.”
Bagaimana jika mereka menyangsikan tapi tidak mengingkarinya ? Imam Syafi’i menyebut keraguan tersebut sebagai kufur duna kufur. Akan tetapi jika mengingkarinya maka termasuk kufur akbar. Imam Syafi’i merujuk pada ayat yang sama dalam Surat Al-Anfaal, ayat 60.
“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggetarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang yang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya.”
Yang diperintahkan Allah adalah menggentarkan musuh Allah dan bahkan mereka yang tidak datang. Imam As-Syafi’i berkata tentang hal ini, “Ayat ini jelas menyuruh kita untuk bersiap dengan tujuan menggentarkan musuh Allah dan musuh kalian. Allah SWT,. berfirman :
“Dan (inilah) suatu permakluman daripada Allah dan Rasul-Nya kepada umat manusia pada hari haji akbar, bahwa sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya berlepas diri dari orang-orang musyrikin. Kemudian jika kamu (kaum musyrikin) bertaubat, maka bertaubat itu lebih baik bagimu ; dan jika kamu berpaling, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya kamu tidak dapat melemahkan Allah. Dan beritakanlah kepada orang-orang kafir (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih. Kecuali orang-orang musyrikin yang kamu telah mengadakan perjanjian (dengan mereka) dan mereka tidak mengurangi sesuatupun (dari isi perjanjian)mu dan tidak (pula) mereka membantu seseorang yang memusuhi kamu, maka terhadap mereka itu penuhilah janjinya sampai batas waktunya. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaqwa. Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu, maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu di mana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah di tempat pengintaian. Jika mereka bertaubat dan mendirikan shalat dab menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan (terjamin keamanan mereka). Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. At-Taubah : 3-5)
“(Ingatlah), ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat : “Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka teguhkanlah (pendirian) orang-orang yang telah beriman”. Kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka. (Ketentuan) yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka menentang Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya Allah amat keras siksaan-Nya.” (QS. Al-Anfaal : 12-13)
Imam Syafi’i ber-hujjah dari ayat-ayat tersebut bahwa terorisme adalah bagian dari agama (din), dan merupakan hukum syar’i dan Anda tidak dapat mengingkarinya.
Celakanya, istilah terorisme hanya digunakan sepotong-sepotong oleh musuh-musuh kaum muslimin selama bertahun-tahun dan kaum muslimin telah melupakan kewajibannya untuk menteror balik mereka. Allah SWT,. berfirman :
“Dan Dia menurunkan orang-orang Ahli Kitab (Bani Quraizhah) yang membantu golongan-golongan yang bersekutu dari benteng-benteng mereka, dan Dia memasukkan rasa takut ke dalam hati mereka. Sebahagian mereka kamu bunuh dan sebahagian yang lain kamu tawan.” (QS. Al-Ahzab : 26)
“Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang yang melampau batas. Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekkah) ; dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidil haram, kecuali jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikianlah balasan bagi orang-orang kafir. Kemudian jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) agama itu hanya untuk Allah belaka. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang zalim.” (QS. Al-Baqarah : 190-193)
Ketika kaum kuffar datang dari jauh ke Irak untuk membunuh dan menawan kaum muslimin, seraya mengklaim bahwa mereka memerangi teroris, yang diartikan (menurut) mereka dengan menghancurkan masjid-masjid, menawan para muslimah, menginjak-injak Al-Qur’an sebagaimana mereka lakukan di Irak, bagaimana akan ada jawaban lain kecuali menteror balik mereka ?!!! Sesungguhnya Allah SWT,. berfirman :
“Apabila kamu bertemu dengan orang kafir (di medan perang) maka pancunglah leher mereka. Sehingga apabila kamu telah mengalahkan mereka maka tawanlah mereka dan sesudah itu kamu boleh membebaskan mereka atau menerima tebusan sampai perang berhenti….”(QS. Muhammad : 4)
Imam Syafi’i berkata, “Oleh karena itu, menteror musuh Allah itu wajib syar’i hukumnya (berdasar nash) dan barangsiapa mengingkarinya maka kafir. Allah swt. Berfirman : “Tak seorang pun mengingkari ayat Kami kecuali di kafir.”
Kini, kita berada di suatu waktu dimana jihad hukumnya fardhu a’in atas kaum muslimin dimana pun, baik secara fisik, finansial, maupun lisan. Berdasarkan kemampuan mereka. Jihad dan terorisme bukanlah suatu hal untuk ditakuti ataupun dihindari, dikarenakan menteror musuh Allah adalah perintah agama Islam. Barangsiapa memerangi teroris yang berjuang di jalan Allah, maka berarti memerangi Islam. Dan barangsiapa mengingkari bahwa terorisme adalah bagian dari Islam, maka dia mengingkari Allah SWT,. dan ayat-ayat-Nya.
Marriot - Carlton & Terorisme
Diposting oleh Begundal Militia di 16.54 0 komentar
Gulbudin Hekmatyar: Ummat Islam Wajib Dukung Jihad
+copy.jpg)
Gulbudin Hekmatyar, Pimpinan dari Hizbul Islami di Afghanistan mengatakan bahwa "Para pelaku bom syahid adalah aset terbesar dari perjuangan dan perlawanan", bagi umat Islam secara umum dan khususnya Afghanistan yang saat ini mengalami penjajahan dari negara-negara Barat sebagai bagian dari perang salib mereka untuk menghancurkan umat Islam.
Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan afghanislamicpress.com, Gulbudin Hekmatyar yang juga pimpinan faksi Hizbul Islami di Afghanistan - menyatakan yang harus digaris bawahi untuk Jihad melawan pasukan barat di Afghan adalah pasukan barat telah memerangi umat Islam lebih dari 1400 tahun sedangan pasukan komunis menyerang umat di dunia Islam hanya 70 tahunan.
Hekmatyar menjelaskan bahwa pemilu presiden mendatang di Afghanistan yang akan dilaksanakan pada bulan Agustus nanti hanya sebagai sebuah drama komedi, dirinya lebih menyukai pemerintahan gabungan yang terdiri dari para pimpinan Mujahidin yang dan para Ulama yang terpercaya.
Wawancara eksklusif dilakukan oleh kantor berita Afghan Islamic Press yang berbasis di Peshawar. Berikut kutipan dari wawancara tersebut :
T: Di wilayah provinsi Afghanistan mana Hizbul Islami berperang melawan pasukan asing?
J: "Para anggota Hizbul Islami aktif diseluruh wilayah Pakistan. Di beberapa wilayah mereka hanya melaksanakan kegiatan sosial dan motivasi, sedangkan di wilayah lain selain melakukan kegiatan sosial juga dilakukan operasi-operasi militer. Operasi militer dilaksanakan di wilayah-wilayah dimana menjadi tempat basis dari pasukan asing. "Dalam pertimbangan kami perang secara konvensional bagi kami belum berguna. Waktu untuk perang seperti itu belum tiba, karena kami belum memiliki peralatan militer yang cukup dan perang seperti ini akan menyebabkan banyak kerusakan dan membahayakan penduduk sipil. Kami lebih menyukai perang gerilya untuk menghadapi pasukan asing.
T: Anda telah menolak untuk berbicara dengan pemerintah Kabul. Apakah anda telah mengadakan pembicaraan dengan pasukan asing untuk solusi dari masalah Afghan?
J: "Kami belum secara resmi melakukan pembicaraan negoisasi, baik dengan pemerintah Kabul maupun dengan pasukan asing. Namun kedua belah pihak telah menghubungi kami di berbagai kesempatan. Kami mengapresiasi sikap mereka untuk mencari solusi dari persoalan Afghan ini." "Pemerintah Kabul, pemerintah yang tidak punya kekuatan dan tidak mampu melakukan hal apapun dalam persoalan ini. Jika pasukan asing saja tidak menggubris permintaan mereka untuk menghentikan pengeboman secara membabi buta terhadap rakyat sipil, kemudian bagaimana mereka (pemerintahan Kabul) dapat menyelesaikan persoalan Afghanistan dan mengakhiri invasi pasukan asing serta penarikan penuh pasukan tersebut dari Afghanistan tanpa syarat seperti penyerahan kekuasaan kepada pemerintahan non koalisi dan pemilu yang independen?" "Hizbul Islami akan tetap melanjutkan Jihad tanpa terkecuali sampai prajurit terakhir dari pasukan penjajah terdesak keluar dari perbatasan Afghanistan."
T: Apakah Hizbul Islami setuju jika AS menginginkan penarikan pasukan dari Afghanistan akan tetapi mereka menuntut adanya penggantian berupa base camp mereka disini?
J: "Hizbul Islami tidak setuju untuk kondisi seperti ini. Hizbul Islami akan tetap melanjutkan Jihad tanpa terkecuali sampai prajurit terakhir dari pasukan penjajah terdesak keluar dari perbatasan Afghanistan. Insya Allah!" Para Mujahidin dari Hizbul Islami akan menghalau mereka keluar sama seperti waktu mujahidin mengusir penjajah Rusia keluar dari Afghanistan."
T: Apakah anda siap untuk menerima pasukan dari negeri-negeri Muslim, bukan pasukan NATO di Afghanistan?
J: "Kami belum merasa perlu untuk adanya pasukan dari negeri Islam di Afganistan." Namun, jika kelompok mujahidin lain mempertimbangkan adanya keberadaan pasukan dari negara-negara Islam sesuatu yang perlu, maka kami dapat menyetujuinya sampai jumlah pasukan terbatas dari negara muslim tersebut, tetapi mereka tidak boleh dari negara-negara tetangga. Mereka tidak boleh mendukung kelompok yang mana pun, serta sebaiknya tersebar di luar kota, dan harus di bawah kontrol pemerintah."
T: Bagaimana Hizbul Islami menjalin hubungan dengan gerakan Al-Qaidah dan mujahidin Taliban? Berapa banyak anda telah melakukan kerjasama militer dengan Taliban pada fron militer?
J: "Kami tidak memiliki hubungan atau kesepakatan dengan Taliban dan Al-Qaidah. Namun demikian, kerjasama, koordinasi dan berjuang bersama antara Mujahidin dari kedua kelompok di tingkat lokal dan di beberapa wilayah tetap berlangsung antara kami dan mereka. Kami menginginkan adanya persatuan dan koordinasi dalam politik dan militer pada level negara dan kami menghargai mereka." "Kami katakan kepada para pejuang kami bahwa setiap Mujahid adalah saudara mereka dan tidak boleh memutuskan kerjasama dengan mereka."
T: Apa tujuan AS memulai perang di Afghanistan? Apakah anda melihat ada perubahan antara kebijakan penerus dari Bush yaitu presiden Obama?
J: "Alasan militer AS hadir di Afghanistan dan wilayah lain adalah untuk mencegah terbentuknya pemerintahan Islam, serta ingin merebut minyak, gas dan sumber tambang lainnya." "Satu-satunya perbedaan yang bisa kita lihat antara kebijakan dari Bush dan Obama adalah Obama lebih banyak mengirim pasukan ke Afghanistan dibanding pendahulunya."
T: Apa pesan anda untuk Obama?
J: "Obama telah mengulangi pengalaman gagal dari Bush (di Irak) dan Brezhnev di Afghanistan pada tahun 80 an dahulu. Strategi politik perang Obama sama dengan yang dilakukan oleh Bush, sehingga membawa kebencian dunia kepada AS. Perang ini akan merubah wajah Obama sama dengan wajah Bush."
T: Apakah Hizbul Islami siap untuk bergabung membentuk pemerintah bersama dengan komunis, aliansi utara dan pihak-pihak lain?
J: "Sebuah koalosi yang tidak mungkin dilakukan dengan orang yang anti agama dan para penjual negara..Aliansi utara dibentuk dibawah kontrol dari kelompok lain. Kemarin, mereka berperang melawan bangsa Afghan untuk kepentingan Rusia, hari ini mereka berjuang untuk kepentingan Bruton. Hizbul Islami tidak akan bisa berkoalisi dengan kelompok seperti itu."
T: Apakah menurut anda perlawanan terhadap pasukan asing akan berhasil?
J: " Saya sangat puas dan perjuangan akan berhasil serta para penjajah tersebut akan kami paksa untuk meninggalkan negeri kami."
T: Apakah pembicaraan berguna untuk solusi masalah Afghan atau Jihad?
J: "Ini adalah Jihad yang akan memaksa para musuh meninggalkan penjajahan mereka terhadap Afghanistan. Tanpa jihad, tidak ada yang namanya pembicaraan damai."
T: Apakah kelompok anda melakukan serangan bunuh diri?
J: "Kami mempertimbangkan serangan seperti itu, yang bisa secara maksimal memberikan dampak kerugian kepada musuh. Para pelaku bom syahid adalah aset terbesar dari perjuangan dan mereka tidak melakukan aksi yang sia-sia. Para pimpinan Jihad harus menghormati mereka dengan baik, karena setiap darah mereka yang tertumpah sangat berharga dan tidak boleh disia-siakan..."
T: Apa pesan anda untuk para pimpinan dan veteran Mujahidin?
J: "Nasehat saya kepada mereka adalah: Apa yang anda lakukan terhadap musuh sebelumnya, kini anda lakukan kembali terhadap para penjajah. Musuh ini (barat) lebih berbahaya daripada yag sebelumnya (Komunis Soviet). Permusuhan mereka dengan Islam dan umat Muslim sudah sangat lama, dan lebih mendalam. Jika komunis terhadap umat Islam memerangi kita selama 70 tahun, mereka (barat) telah memerangi kita telah 1,400 tahun. "Saya sarankan kepada mereka yang bergabung dengan pasukan AS untuk melepaskan diri dan pulang kembali ke negara mereka masing-masing."
T: Apa pesan yang ingin anda sampaikan kepada umat Islam dan khususnya bangsa Afghan terkait mengenai situasi di Afghanistan?
J: "Umat Islam secara umum dan khususnya Afghanistan sedang dalam masa kritis, pasukan salib sedang berusaha menghancurkan umat Islam. Semua pasukan kafir dan para munafikin telah bergabung bersama untuk melawan Islam dan umat Islam - dan Afghanistan menjadi pusat dari perang ini. Kemenangan dan kekalahan akan menjadi faktor yang menentukan dalam perang ini. Jika kita memenangkan perang ini, kita akan menjadi pemenang pada semua fron. "Seluruh umat Islam harus mendukung jihad. Jihad harus menjadi kepedulian umat Islam. Takdir kita dan nasib generasi mendatang sangat tergantung pada Jihad..."
(eramuslim.com)
Diposting oleh Begundal Militia di 16.21 0 komentar
Mengenal Abdullah Azzam

“Sheikh Abdullah Azzam bukanlah orang biasa. Dia mewakili satu bangsa, satu Ummat. Tubuh Ummat ada di dalam dirinya. Setelah kematiannya, para muslimah sejauh ini gagal melahirkan seorang laki-laki yang mampu menggantikan Beliau”.
“Dialah yang bertanggung jawab membangkitkan kembali Jihad di abad 20 ini”. [Syaikh Usama bin Ladin, wawancara dengan TV Al-Jazeera, 1999]
“Dia tidak hanya mewakili dirinya sendiri, melainkan seluruh Ummat. Ucapannya tidaklah seperti ucapan orang biasa. Sedikit bicaranya, namun kandungannya sangat dalam. Jika engkau menatap matanya, hatimu akan terpenuhi dengan iman dan cinta kepada Allah SWT”. [Majalah Time]
” Tidak satupun Tanah Jihad di seluruh dunia, tidak seorangpun Mujahid yang berjuang di Jalan Allah, yang tidak terinspirasi oleh hidup, ajaran dan karya Sheikh Abdullah Azzam”. [Ulama Mujahid asal Mekkah]
” Pada dekade 1980-an, Syuhada Sheikh Abdullah Azzam mencetuskan satu kalimat yang maknanya bergaung di seluruh medan pertempuran Chechnya saat ini. Sheikh Abdullah Azzam Rahmatullah ‘Alaihi menggambarkan bahwa Para Mujahid yang gugur dalam pertempuran bergabung bersama “Kafilah Para Syuhada”. [Azzam Publications]
***
Abdullah Yusuf Azzam lahir pada tahun 1941 di Desa Asba’ah Al-Hartiyeh, Propinsi Jiniin, Tanah Suci Palestina yang diduduki Israel. Beliau dibesarkan di sebuah rumah yang bersahaja dimana Beliau dididik agama Islam, ditanamkan kecintaan terhadap Allah dan Rasul-Nya SAW, terhadap Mujahid yang berjuang di Jalan-Nya dan terhadap orang-orang yang shaleh yang mencintai kehidupan akhirat. Semasa masih kanak-kanak, Abdullah Azzam sangat menonjol di antara anak-anak lainnya. Beliau sudah mulai menyiarkan dakwah Islam semenjak masih sangat muda. Teman-teman sepergaulan mengenal Beliau sebagai seorang anak yang shaleh.
Beliau telah menunjukkan tanda-tanda yang luar biasa sejak muda dan guru-guru Beliau telah mengenali tanda-tanda ini sejak Beliau masih di Sekolah Dasar. Sheikh Abdullah Azzam dikenal karena ketekunan dan kesungguhannya bahkan sejak masih kecil, Beliau memperoleh pendidikan dasar dan menengah di desanya dan kemudian melanjutkan pendidikan di Sekolah Tinggi Pertanian Khadorri hingga memperoleh gelar. Meskipun Beliau yang termuda di antara teman-temannya, namun Beliau adalah yang terpandai dan terpintar. Setelah menamatkan pendidikannya di Khadorri Beliau bekerja sebagai guru di Desa Adder, Yordania Selatan. Kemudian Beliau menuntut ilmu di Fakultas Syariah, Universitas Damaskus Suriah hingga memperoleh gelar B.A. di bidang Syariah pada tahun 1966.
Ketika tentara Yahudi merebut Tepi Barat pada tahun 1967, Sheikh Abdullah Azzam memutuskan untuk pindah ke Yordania, karena Beliau tidak ingin hidup di Palestina yang berada di bawah pendudukan Yahudi. Melihat bagaimana tank-tank Israel maju memasuki Tepi Barat tanpa mendapatkan perlawanan yang berarti, menimbulkan perasaan bersalah dalam diri Beliau, sehingga membuat Beliau semakin mantap untuk hijrah dengan maksud agar dapat mempelajari ilmu perang.
Pada akhir dekade 1960-an, dari Yordania Beliau bergabung dalam Jihad menentang pendudukan Israel atas Palestina. Tidak lama kemudian Beliau pergi belajar ke Mesir dan memperoleh gelar Master dalam bidang Syariah di Universitas Al-Azhar, Kairo. Pada tahun 1970, setelah Jihad terhenti karena kekuatan PLO diusir keluar dari Yordania, Beliau menjadi dosen di Universitas Yordania di Amman. Setahun kemudian, tahun 1971, Beliau memperoleh beasiswa dari Universitas Al-Azhar dimana Beliau melanjutkan pendidikan S3 dan memperoleh gelar Ph.D dalam bidang Pokok-Pokok Hukum Islam (Ushul-Fiqh) tahun 1973. Selama di Mesir inilah Beliau mengenal keluarga Syuhada Sayyid Qutb (1906-1966). Sheikh Abdullah Azzam cukup lama turut serta dalam Jihad Palestina. Namun ada hal yang tidak disukainya, yaitu orang-orang yang terlibat di dalamnya sangat jauh dari Islam. Beliau menggambarkan bagaimana orang-orang ini berjaga-jaga sepanjang malam sambil bermain kartu dan mendengarkan musik, dan menganggap bahwa mereka sedang menunaikan Jihad untuk membebaskan Palestina. Sheikh Abdullah Azzam menyebutkan juga meskipun ada ribuan orang di basis-basis pemukiman, tetapi jumlah orang yang hadir untuk shalat berjama?ah bisa dihitung dengan satu tangan saja. Beliau berusaha mendorong mereka untuk menerapkan Islam sepenuhnya, namun mereka bertahan untuk menolak. Suatu hari Beliau bertanya kepada seorang “Mujahid” secara retoris, agama apa yang ada di belakang revolusi Palestina, “Mujahid” itu menjawab dengan jelas dan gamblang, “Revolusi ini tidak memiliki dasar agama apapun”.
Habislah sudah kesabaran Abdullah Azzam. Beliau kemudian meninggalkan Palestina, pindah ke Saudi Arabia dan mengajar di berbagai universitas di sana.Saat Sheikh Abdullah Azzam menyadari bahwa hanya dengan kekuatan yang terorganisir Ummat ini bisa menggapai kemenangan, lalu Jihad dan senjata adalah kesibukan dan pengisi waktu luangnya.
“Jihad hanya dengan senjata. TIDAK dengan Negosiasi, TIDAK dengan Perundingan Damai, TIDAK dengan Dialog”, kalimat tersebut menjadi semboyan Beliau. Beliau praktekkan apa yang selalu Beliau kumandangkan, sehingga membuat Beliau menjadi salah satu di antara orang Arab pertama yang bergabung dalam Jihad di Afghanistan melawan Uni Soviet yang komunis. Pada tahun 1980, ketika masih di Saudi Arabia, Abdullah Azzam memperoleh kesempatan berjumpa dengan satu delegasi Mujahidin Afghanistan yang datang untuk menunaikan ibadah Haji. Segera Beliau tertarik dengan kelompok ini dan ingin mengetahui lebih banyak lagi mengenai Jihad Afghanistan. Ketika dijabarkan kepadanya, Beliau merasa inilah yang sudah sejak lama sekali Beliau cari-cari.Beliau segera melepaskan jabatannya sebagai dosen di Universitas King Abdul-Aziz Jeddah Saudi Arabia, dan berangkat menuju Islamabad Pakistan supaya dapat ikut serta dalam Jihad. Beliau pindah ke Pakistan agar dapat lebih dekat dengan Jihad Afghanistan, dan di sanalah Beliau mengenal pemimpin-pemimpin Mujahidin. Saat-saat pertama berada di Pakistan, Beliau ditunjuk untuk memberikan kuliah di International Islamic University di Islamabad. Namun tidak lama hal ini berlangsung, karena Beliau memutuskan untuk meninggalkan universitas agar bisa mencurahkan seluruh waktu dan energinya untuk Jihad Afghanistan. Pada permulaan dekade 1980-an, Sheikh Abdullah Azzam langsung turun ke medan Jihad Afghanistan. Di Jihad inilah Beliau merasa puas bisa memenuhi kerinduan dan cinta yang tak terlukiskan untuk berjuang di Jalan Allah, persis seperti suatu kali Rasulullah SAW bersabda : “Berdiri satu jam dalam pertempuran di Jalan Allah lebih baik daripada berdiri menunaikan shalat selama enam puluh tahun”.
Terinspirasi oleh Hadits ini, Sheikh Abdullah Azzam beserta keluarganya memutuskan pindah ke Pakistan agar lebih dekat dengan medan Jihad. Tidak lama setelah itu Beliau pindah lagi dari Islamabad ke Peshawar supaya bisa lebih dekat lagi dengan medan Jihad dan Syahid.Di Peshawar, bersama dengan Usama bin Ladin yang juga teman dekatnya, Sheikh Abdullah Azzam mendirikan Baitul-Anshar (Mujahideen Services Bureau atau Kantor Pelayanan Mujahidin) dengan tujuan untuk menawarkan semua bantuan yang memungkinkan bagi Jihad Afghanistan dan Para Mujahid dengan cara mengadakan dan me-manage berbagai proyek yang menunjang Jihad. Kantor ini juga menerima dan melatih para sukarelawan (Foreign Mujahideen) yang berbondong-bondong datang ke Pakistan untuk ikut serta dalam Jihad dan mengatur penempatan mereka di garis depan.
Dapat diduga, semua hal ini masih belum cukup memuaskan keinginan Sheikh Azzam yang menggebu-gebu berjihad. Keinginan inilah yang akhirnya membawanya pergi ke garis depan. Di medan pertempuran Sheikh Abdullah Azzam mengambil peranan dengan sikap ksatria dalam perjuangan yang penuh dengan pengorbanan yang besar. Di Afghanistan Beliau jarang menetap di suatu tempat. Beliau selalu berkeliling ke seluruh pelosok negeri mengunjungi hampir seluruh propinsi dan wilayah seperti Logar, Kandahar, Pegunungan Hindukush, Lembah Panshir, Kabul dan Jalalabad. Dalam kunjungan ini, Sheikh Abdullah Azzam menyaksikan secara langsung kepahlawanan orang-orang awam yang telah mengorbankan segala apa yang dimiliki termasuk jiwa mereka demi jayanya Dien Islam. Di Peshawar, setelah kembali dari berkeliling, Sheikh Azzam selalu berbicara tentang Jihad secara kontinyu. Beliau selalu berdo’a agar Para Komandan Mujahidin yang terpecah belah dapat bersatu padu. Beliau selalu mengundang orang-orang yang belum bergabung dalam pertempuran untuk memanggul senjata dan maju ke garis depan sebelum terlambat.
Abdullah Azzam sangat dipengaruhi oleh Jihad Afghanistan dan Beliaupun sangat besar pengaruhnya pada Jihad ini sejak Beliau mengabdikan diri sepenuhnya dalam perjuangan ini. Beliau menjadi salah satu tokoh yang paling menonjol dan berpengaruh bersama dengan pemimpin-pemimpin bangsa Afghanistan lainnya. Beliau tidak tanggung-tanggung mempromosikan perjuangan Afghanistan ke seluruh dunia, khususnya ke kalangan Ummat Islam. Beliau berkeliling dunia, menyampaikan panggilan kepada Kaum Muslimin untuk beraksi mempertahankan agama dan Tanah Muslim. Beliau menulis sejumlah buku tentang Jihad, seperti Join the Caravan, Signs of Ar-Rahman in the Jihad of the Afghan, Defence of the Muslim Lands dan Lovers of the Paradise Maidens. Bahkan Beliau turun langsung ke medan Jihad Afghanistan, meskipun usia Beliau telah lebih dari 40 tahun. Beliau menjelajahi Afghanistan, dari utara ke selatan, dari timur ke barat, menembus salju, mendaki pegunungan, di bawah panas terik matahari dan dingin yang membekukan tulang, dengan menunggang keledai maupun berjalan kaki. Banyak Pemuda yang bersama Beliau kelelahan, namun Sheikh Abdullah Azzam tidak. Beliau merubah pandangan Ummat Islam terhadap Jihad di Afghanistan dan menjadikan Jihad ini sebagai perjuangan yang Islami yang merupakan kewajiban seluruh Ummat Islam di dunia. Hasil dari usaha ini adalah Jihad Afghanistan menjadi universal dimana Ummat Islam dari seluruh dunia turut serta. Para Pejuang Muslim dari seluruh penjuru dunia secara sukarela berdatangan ke Afghanistan untuk memenuhi kewajiban Jihad dan membela Saudara-saudara Muslimin dan Muslimah mereka yang tertindas.
Kehidupan Sheikh Azzam berkisar hanya kepada satu tujuan, yakni menegakkan Hukum Allah di muka bumi ini, yang merupakan tanggung jawab yang pasti bagi setiap dan segenap Ummat Muslim. Dalam rangka melaksanakan tugas suci dalam hidup ini yaitu menegakkan kembali Khilafah Islamiyyah (negara yang berdasarkan pada hukum Islam), Sheikh Azzam mengkonsentrasikan kepada Jihad (perjuangan bersenjata untuk menegakkan Islam). Beliau berkeyakinan bahwa Jihad wajib dilaksanakan sampai Khilafah Islamiyyah ditegakkan sehingga cahaya Islam menerangi seluruh dunia.
Beliau juga menjaga dan memelihara keluarganya dengan semangat perjuangan yang sama, sehingga istrinya, sebagai contoh, aktif mengurus anak-anak yatim piatu dan aktif dalam berbagai tugas kemanusiaan di Afghanistan. Beliau menolak jabatan di beberapa universitas dengan menyatakan bahwa dirinya tidak akan pernah meninggalkan Jihad kecuali jika gugur di medan perang atau terbunuh. Beliau selalu menekankan kembali bahwa tujuannya yang terakhir adalah membebaskan Tanah Suci Palestina. Dalam hal ini Beliau menyatakan: “Saya tidak akan meninggalkan Tanah Jihad kecuali karena tiga hal. Pertama, saya terbunuh di Afghanistan. Kedua, saya terbunuh di Pakistan. Ketiga, saya diborgol dan diusir dari Pakistan”
Jihad di Afghanistan telah membuat Abdullah Azzam menjadi penyangga utama dalam gerakan Jihad di jaman modern sekarang. Dengan turun langsung dalam Jihad ini dan dengan mempromosikannya serta menjelaskan kendala-kendala yang menghambat gerakan Jihad, Beliau memiliki peranan yang sangat berarti dalam meluruskan pendapat Ummat Islam tentang Jihad dan perlunya menegakkan Jihad. Beliau menjadi panutan bagi generasi muda yang menyambut panggilan Jihad. Beliau amat mementingkan Jihad dan butuh akan Jihad. Sekali waktu Beliau berkata :“Saya merasa seolah-olah berumur 9 tahun. Tujuh setengah tahun dalam Jihad di Afghanistan dan satu setengah tahun dalam Jihad di Palestina. Sisa tahun lainnya tidak berarti sama sekali”.
Dari atas mimbar Sheikh Azzam berulangkali menekankan keyakinannya : “Jihad tidak boleh ditinggalkan sampai hanya Allah SWT saja yang disembah. Jihad akan terus berlangsung sampai Kalimat Allah ditinggikan. Jihad sampai semua orang yang tertindas dibebaskan. Jihad untuk melindungi kehormatan kita dan merebut kembali Tanah kita yang dirampas. Jihad adalah Jalan untuk mencapai kejayaan abadi?.
Sejarah dan semua orang yang mengenal dekat Sheikh Abdullah Azzam mencatat keberanian Beliau dalam berbicara tentang kebenaran, dengan mengabaikan segala konsekuensi yang ada.Setiap saat Sheikh Abdullah Azzam mengingatkan seluruh Kaum Muslimin bahwa :“Ummat Islam tidak dapat dikalahkan oleh ummat lainnya. Kita Ummat Islam tidak akan dikalahkan oleh musuh-musuh kita, namun kita bisa dikalahkan oleh diri kita sendiri”.
Sheikh Abdullah Azzam adalah contoh seorang yang berperilaku Islami dengan baik, dengan amal shalehnya, dengan ketaqwaannya kepada Allah SWT dan dengan kesederhanaannya dalam segala hal. Beliau tidak pernah mencemari hubungan baiknya dengan orang lain. Sheikh Azzam selalu mendengarkan pendapat Para Pemuda, Beliau amat disegani dan tidak terbersit sedikitpun rasa takut di dalam hatinya. Beliau selalu berpuasa selang seling hari seperti yang dilakukan Nabi Daud AS. Dan juga selalu menghimbau yang lainnya untuk berpuasa hari Senin dan Kamis. Sheikh Azzam adalah orang yang selalu berterus terang, tulus dan mulia. Beliau tidak pernah mencaci orang lain atau berbicara yang tidak baik mengenai orang lain.Satu saat sekelompok Muslim yang tidak puas di Peshawar mencap Sheikh Azzam sebagai kafir dan menuduhnya meminta uang dari Kaum Muslimin untuk dihambur-hamburkan. Ketika Sheikh Azzam mendengar hal ini, Beliau tidak mencari dan mendebat mereka, malah mengirimi mereka berbagai hadiah. Namun kelompok tersebut tetap saja mencaci maki, mengumpat dan memfitnah Beliau, dan Beliau terus saja mengirimi mereka hadiah lainnya. Bertahun-tahun kemudian, ketika akhirnya menyadari kesalahannya, mereka berkomentar :
“Demi Allah, kami belum pernah menemui seseorang seperti Sheikh Abdullah Azzam. Beliau tetap saja memberi kami uang walaupun kami selalu mengutuk dan mencaci Beliau”
Selama Jihad Afghanistan berlangsung, Beliau telah berhasil menyatukan berbagai kelompok Mujahidin dalam Jihad ini. Dan tentu saja kebanggaan Beliau terhadap Islam menimbulkan rasa benci di kalangan musuh agama, sehingga musuh membuat rencana untuk menghabisi nyawa Beliau. Pada November 1989, sejumlah bahan peledak TNT diletakkan di bawah mimbar dimana Beliau selalu menyampaikan khutbah setiap hari Jum?at. Demikian besar jumlah peledak tersebut sehingga seandainya meledak akan menghancurkan seluruh Masjid termasuk apa saja dan siapa saja yang ada di dalamnya. Ratusan Muslimin dapat terbunuh. Namun Allah memberikan perlindungan-Nya dan bom tersebut tidak meledak.
Musuh-musuhpun semakin berhasrat melaksanakan rencana gilanya. Mereka mencobanya sekali lagi di Peshawar, tidak lama berselang setelah kejadian tersebut. Ketika itulah Allah SWT berkehendak agar Sheikh Abdullah Azzam meninggalkan dunia ini menuju haribaan-Nya (kita berharap demikian Insya Allah). Dan Sheikh wafat dengan cara yang gemilang pada hari Jum’at 24 November 1989 pukul 12.30 siang.Musuh-musuh Allah meletakkan tiga bom di jalan yang sempit dimana hanya bisa dilewati satu mobil saja. Jalan tersebut adalah jalan yang biasa dilalui oleh Sheikh Abdullah Azzam untuk menunaikan shalat Jum’at. Pada hari Jum’at itu, Sheikh Azzam bersama dengan dua anaknya, Ibrahim dan Muhammad, serta salah seorang anak Syuhada Sheikh Tamim Adnani (salah seorang Pahlawan Jihad Afghanistan lainnya), melalui jalan tersebut. Mobil pun berhenti di mana bom yang pertama berada, dan Sheikh Azzam turun untuk meneruskan perjalanan dengan berjalan kaki. Musuh-musuh yang sudah menanti segera memicu bom yang telah mereka persiapkan tersebut. Bunyi ledakan dahsyat mengguncang hebat terdengar di seluruh penjuru kota.
Orang-orang berhamburan keluar dari Masjid, dan menyaksikan pemandangan yang mengerikan. Hanya sedikit saja yang tersisa dari kendaraan yang hancur lebur. Tubuh anaknya yang kecil, Ibrahim, terlempar ke udara sejauh 100 meter, demikian pula dengan kedua anak lainnya, beterbangan pada jarak yang hampir sama. Potongan-potongan tubuh mereka tersebar di pohon-pohon dan kawat-kawat listrik. Sementara tubuh Syahid Sheikh Abdullah Azzam tersandar di dinding, tetap utuh dan tidak cacat sama sekali, kecuali sedikit darah terlihat mengalir dari mulut Beliau.
Ledakan itu telah mengakhiri perjalanan hidup Sheikh Abdullah Azzam di dunia, yang telah Beliau lalui dengan baik melalui perjuangan, daya upaya sepenuhnya, dan pertempuran di Jalan Allah SWT. Hal ini semakin menjamin kehidupannya yang sebenarnya dan abadi di Taman Surga -kita memohon kepada Allah demikian, dan menikmatinya bersama dengan teman-teman yang mulia yakni :
“Dan barangsiapa yang mena?ati Allah dan Rasul-Nya mereka ini akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi ni’mat oleh Allah, yaitu : Para Rasul, Para Shiddiqiin, Orang-orang yang mati Syahid dan Orang-orang Shaleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya” [QS An-Nisaa:69]
Dengan cara seperti inilah Pahlawan Besar dan Penggerak Kebangkitan Islam meninggalkan medan Jihad dan dunia ini, dan tidak akan pernah kembali lagi. Beliau dimakamkan di Makam Para Syuhada Pabi di Peshawar Pakistan, dimana Beliau bergabung bersama-sama dengan ratusan Syuhada lainnya. Semoga Allah menerima Beliau sebagai Syuhada dan menganugerahinya tempat tertinggi di Surga. Pertempuran yang telah Beliau lalui dan telah Beliau perjuangkan tetap berlanjut melawan musuh-musuh Islam. Tidak satupun Tanah Jihad di seluruh dunia, tidak seorangpun Mujahid yang berjuang di Jalan Allah, yang tidak terinspirasi oleh hidup, ajaran dan karya Sheikh Abdullah Azzam Rahmatullah ‘Alaihi.
Kita memohon kepada Allah SWT untuk menerima amal ibadah Beliau dan menempatkan Beliau di Surga Tertinggi. Kita memohon kepada Allah SWT untuk membangkitkan dari Ummat ini Ulama-Ulama lain sekaliber Beliau, yang menerapkan pengetahuannya di medan perjuangan, bukan hanya menyimpannya di dalam buku dan di dalam Masjid saja.Melalui biografi ini, kami merekam kejadian-kejadian dalam sejarah Islam selama sepuluh tahun terakhir dari tahun 1979 hingga 1989, dan akan terus berlanjut sebagaimana Sheikh Abdullah Azzam berkata :
“Sesungguhnya sejarah Islam tidaklah ditulis melainkan dengan darah Para Syuhada, dengan kisah Para Syuhada, dengan teladan Para Syuhada”“Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang kafir tidak menyukai. Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk (Al-Quran) dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai” [QS At-Taubah:32-33].
Buku-buku yg ditulis oleh Dr Abdullah Azzam diantaranya ialah ;
• Ayaturrahman fi jihadil Afghan
• Addifak ‘an aradhil muslimin min ahammi furdhul ‘iyan (Mempertahankan Bumi Umat Islam - Fardhu Ain yg terpenting)
• Akidah dan Kesannya dlm Membentuk Masyarakat
• Adab/Tatatertib dan Hukum-hukum dalam Jihad
• Islam dan masa Depan Kemanusian
• Menara Api yg Hilang
• Hukum berjuang/beramal dlm berjamaah
Sejak Abdullah Azzam syahid, Maktab Khidmat al Mujahidin (terletak di Peshawar) mengumpulkan berbagai petikan khutbah dan ceramahnya kemudian dibukukan sehingga mencapai 50 judul, diantaranya;
• seri Tarbiyah Jihadiyah Wal Bina’ yg mencapai 26 jilid,
• Hijrah dan I’dad 3 juz/jilid.
• Fi Zhilali Suratti Taubah 2 Juz.
• Fiqh dan Ijtihad dlm Jihad 3 jilid
• Perkataan-perkataan dari Garisan Api pertama 3 jilid
• Dibawah Gelora peperangan 4 jilid
• Pengajaran dari Sirah Rasulullah SAW
• Keruntuhan Khilafah dan Pembinaan kembali
Judul-judul di atas adalah merupakan buku-buku yg penting saja sedangkan di sana terdapat berpuluh-puluh lagi buku-buku karangan As-syahid dan buku2 yg ditulis mengenainya. (Arrahmah.com)
Diposting oleh Begundal Militia di 16.14 0 komentar
Keanehan Pemboman Marriot-Carlton

Beberapa keanehan dibalik peristiwa pemboman hotel marriot.
1. Pelaku bisa menginap dan masuk ke hotel JW. Marriot dan lolos sensor logam di pintu masuk di hotel dengan penjagaan ekstra ketat tersebut.
2. Untuk merakit bom tersebut, paling tidak pelaku menginap lebih dari sehari di hotel berbintang lima bertarif mahal tersebut. Berapa biaya yang harus dikeluarkan pelaku untuk mempersiapkan hal tersebut, 30juta - 50juta???. Katakanlah satu koper dorong yang terlihat di CCTV memuat 10kg blackpowder (+-$3/kg) cuman $30/Rp.315.000 ??? fuc***ng joke
3. LE (Low Explosive) dengan bahan dasar blackpowder menggunakan unsur Sulfur sebesar 10-15% dan asap yang berwarna hitam. Sedangkan rekaman CCTV tersebut dan pengakuan dari saksi menyatakan ledakan tersebut berasap putih dan tidak menimbulkan bau apapun. Ciri ini justru melekat kepada jenis HE (high explosive) sekelas semtex, RADX, PETN, dll. Sebuah peledak yang bahkan tidak dimiliki oleh TNI. Polri seharusnya melakukan uji balistik, uji material, asap ledakan, dll untuk mengetahui secara detail bahan peledak yang digunakan, dan tidak terpancing kepada bom yang ditemukan di lantai 18 (kamar 1808) saja. Bisa jadi bom tersebut sengaja 'ditinggalkan' oleh pelaku agar digunakan sebagai alat bukti palsu yang akan mengarahkan kepihak pihak tertentu.
4. Adanya dugaan pelaku dari orang asing seperti yang terlihat di rekaman CCTV detik detik menjelang ledakan tersebut.
5. Adanya rapat internasional beberapa perusahaan asing dan kegiatan internasional. Dugaan lain muncul terkait pihak pihak yang tidak menyetujui rapat tersebut (Komisaris Freeport, Adrianto Machribi menggunakan jasa pengawalan / ajudan yang pada saat itu berhasil menyelamatkan beliau.) dan tewasnya PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB) Tim Mackay.
Semoga aparat keamanan benar benar bisa menguak pelaku, dan tidak sekedar menghukumi opini. (http://revolusidamai.multiply.com)
Diposting oleh Begundal Militia di 02.04 0 komentar
Diskusi Forum Jembatan Harakah

Sabtu, 25 Juli 2009
Pukul 12.30 wib - 15.00 wib
Lantai 2 Masjid UI Depok
Tema: Taaruf Lagi Dengan Islam
Pembicara :
1. Muhammad Ridho : Ad Dienul Islam
2. Kamal Kontra Teroris : Islam VS Demokrasi
3. Thufail Al Ghifari : Mungkinkah Islam bisa tegak tanpa demokrasi?.
Moderator :
PengkhianatYangTelahMusnah - Kolektif Berandalan Tuhan
Di harapkan kepada para peserta untuk datang lebih awal dan sholat dzuhur berjamaah di masjid UI agar bisa mulai dari awal tepat waktu...sebarkan!
TAKLIMAT UMUM:
1. WAJIB DAFTAR dan KONFIRMASI SEBELUM HADIR
2. WAJIB DATANG TEPAT WAKTU
3. No Pendaftaran 0857 1033 5757 (SMS ONLY)
Caranya : (Ketik)IKUT(spasi)NAMA/ID(spasi)INSYA ALLAH.
KIRIM KE NO PENDAFTARAN
Siapa yang melanggar akan kena Iqob! :D (Iqobnya silahkan hafalkan surah Al-Kahfi 1-10) :p
Catatan tambahan:
Alternatif 1: FREE
1. Panitia tidak menyediakan makanan dan minuman
2. Tidak dapat makalah, tapi nanti di upload disini.
Alternatif 2: Administration FEE
1. Bayar Administrasi minimal Rp.3.000 - Rp.5.000
2. Dapat Majalah AtTafakur terbaru terbitan Komunitas Nuun UI (tema: Simpang Jalan Pollitik)
3. Dapat 1 Air Mineral (cup/ gelas)
4. Dapat Makalah
Diposting oleh Begundal Militia di 05.59 0 komentar
LANJUTKAN!

Hari itu saya pulang ke Bandung. Kalau tidak lupa hari sudah menjadi Sabtu. Sengaja saya pulang ke Bandung. Biasalah namanya juga orang urban. Tidak usah kau tahu, kenapa saya pulang. Ini rahasia keluarga. Bagaimana kalau saya kasih bocor? Lagi, kalau saya kasih tahu pun, nanti kau bilang pula sama tetangga. Tetanggamu, nanti bilang ke tetangganya. Terus begitu sampai jauh, sampai berkilo-kilo meter panjangnya, sampai jadi berbeda dari pokok asalnya. Sampai bisa-bisa saya digosipkan operasi kelamin. Siapa tahu kan?
Tapi ya sudahlah. Daripada saya digosipkan yang tidak-tidak, mending saya kasih tahu kau. Saya sengaja pulang utnuk mengurus SIM. Inginnya saya itu menggemuk SIM. Namun entah kenapa banyak orang ingin SIM itu kurus daripada gemuk.
Sebenarnya SIM saya habis tanggal 8 Juli 2009. Bukan habis karena saya makan. Meskipun merantau, saya tidak semelarat itu lah. Saya masih mikir-mikir kalau harus memakan SIM. Apalagi harus makan 2 SIM saya yang sudah bulukan sejak 5 tahun lalu. Hanya saja, khawatir sewaktu-waktu saya kepepet, itu SIM saya ganti saja. Biar kalau sewaktu-waktu dimakan rasanya masih baru dan belum kotor.
Pagi itu, sudah tidak lagi sepi. Di depannya sudah lumayan banyak laki-laki berbagai umur duduk bagai patung. Duduk mereka begitu rupa diatas diatas bangku kayu. Menonton orang-orang lalu lalang sambil tak lupa beberapa membakar mulut mereka dengan rokok. Beruntung mulut mereka tidak kebakaran. Kalau pun sampai kebakaran itu hak mereka. Sebab mereka memang ingin mulutnya dibakar.
Dua jam berlalu tanpa ada seseorang pun yang berinisiatif untuk meramaikan suasana pagi yang menjadi dingin di Bandung. Tak asoy saya bilang.
“Mau perpanjang SIM, Pak?!” itu saya berlagak SKSD
“Iya,” kata seorang Bapak yang ada di depan itu saya. Tadinya dia sedang asyik menikmati 3 orang gadis bule yang ikutan duduk di area taman Giant.
“Berapa ya Pak biaya kalau perpanjangan SIM?”
“Biayanya sih 60 ribu. Tapi itu belum termasuk kesehatan dan asuransi”
“Kalau syaratnya?”
“Itu ajah fotocopy KTP. Terus SIM”
“Oh gitu ya!” jawab saya singkat. Berarti tidak salah saya datang kesini. Padahal sebelumnya saya ragu kalau di ini tempat bakalan ada mobil SIM keliling. Soalnya waktu di Jakarta saya lihat itu di internet belum ada jadwalnya di sini.
“Kalau SIM tank sama juga biaya ya Pak?”
“SIM tank?” Seperti tidak percaya itu si Bapak. Si Bapak satunya lagi ikutan terkaget-kaget.
“Tank baja maksudnya?”
“Iya tank baja Pak. Saya mau memperpanjang,” jawab saya. “Sekalian perpanjang SIM traktor juga nih”
“Memangnya ada ya SIM tank baja ma SIM traktor?” tanya si Bapak yang baru nimbrung.
“Buktinya ini saya mau perpanjang. Kata teman saya, kalau mau perpanjang ke sini saja. Bapak-bapak masih terkejut.
“Bapak teh tentara?”
“Bukan!” jawab saya.
“Atuh kalau perpanjang yang gitu mah ga bisa disini. Da disini mah perpanjang SIM A, B dan C ajah” salah satu Bapak mencoba menjelaskan kepada saya.
“Kirain disini biasa juga Pak”
“Di Kodam mungkin bisa kalau perpanjang yang begitu mah”
“Kodam dimana Pak?”
“Jalan Sumatera”
“Wah, ya sudah atuh kalau begitu saya kesana saja. Sudah siang. Capek saya menunggu dari tadi. Kirain disini bisa” sambil menggerutu saya ambil HP. Pura-pura me-massage-nya, “Ah, maneh mah teu bener cuy. Didieu teu bisa perpanjang SIM tank nyaho! Urang dititah ka pulau Sumatera geura. Jauh nyaho. Enya Sumatera. Sumpah. Tah ceuk si Bapak-bapak didieu.. Kumaha ateuh? Ekoy. Ekoy. Ekoy. Heueuh. Jadi uing kudu numpakan angkot ST Hall – Gunung Batu. Engke eureun di Poliwiltabes, nya? Ekoy. Ekoy. Warna bulao kan? Langsung ka Polwiltabes Sumatera kan? Ekoy. Nuhun nya!” Klik.
“Bukan pulau Sumatera, Pak!”
“Jalan Sumatera, kan?”
“Tadi Bapak bilang pulau Sumatera”
“Ah masa sih?”
“Trus kalau ke Kodim bukan naik ST Hall –Gunung Batu. Tapi naik yang itu tuh. Yang hijau!”
“Teman saya tadi kasih tahunya begitu”
“Kalau mau ke Polwiltabes emang pake yang itu. Tapi kalau ke Kodim pake yang hijau”
“Bener Pak. Pakai yang hijau aja” sahut si Bapak yang satunya lagi.
“Ah biarin lah. Teman saya bilang begitu. Nanti saya tanya-tanya saja kalau ada polisi. Pergi dulu ya Pak”. Saya tinggalkan bapak-bapak itu. Mereka saling bertanya-tanya. Siapakah saya gerangan. Ah tak penting jawab saya. Lupakan saja. Saya hanya bosan menunggu mobil keliling tidak datang-datang. Mending saya langsung perpanjang SIM di Polwiltabes saja kalau begitu.
Lanjutkan!
Saya baca tulisan itu di banyak tembok yang menjadi kotor karenanya. Kenapa mereka bisa tahu kalau saya akan melanjutkan perjalanan ke Polwiltabes ya? Ah biarlah. Barangkali yang ada di foto bertulisan itu memang mau menjadi paranormal sehingga bisa meramalkan kepergian saya.
Itu saya masuk ke dalam bangunan yang di depannya ada harimau hitam. Si harimau seolah-olah mau memakan saya. Tapi saya tidak takut. Seperti tidak takutnya orang-orang yang malah menyenderkan tubuhnya di harimau itu. Malah ada seorang anak kecil yang memasukan tanganya ke dalam mulut harimau itu. Kasihan kata saya. Harimau bertulisan polwiltabes dibawahnya itu sangat suka disuap oleh anak kecil. Pantas saja harimaunya tidak berani menegur orang yang menyender di badannya.
Setelah saya masuk ke dalam bangunan tersebut ternyata orang-orang sudah membuat dirinya seperti semut disana. Penuh sesak. Seperti ikan asin bandeng yang ditumpuk sedemikian rupa oleh penjual di pasar.
Beruntung di sela-sela menjalani proses perpanjangan SIM, saya bertemu dengan seorang yang nampaknya seorang polisi. Itu saya lihat dari bajunya yang seperti pegawai pabrik coklat di Banjaran. Bedanya hanya ini banyak gambar-gambar aneh di kiri kanan bajunya.
“Pak, jujur nih. Dulu saya paling malas kalau disuruh kesini?” ungkap saya ditengah-tengah obrolan yang sengaja tidak saya ceritakan semuanya dari awal.
“Memangnya kenapa?” tanya polisi yang memang punya senyum imut ini. Sumpah bukan saya penyuka sesama jenis. Tapi kalau imut tentunya saya harus jujur. Sebab dengan mengatakan yang sejujurnya akan keimutan dia maka secara otomatis saya sudah menyakini bahwa Allah itu Maha Pencipta Segala yang imut-imut. Itu kata saya.
“Dulu saya sempat berantem dengan seorang polisi yang dinas disini. Kami disuruh berkelahi secara jantan di lapangan Mapolwiltabes”
“Terus jadi tidak berkelahinya?”
“Ya tidaklah Pak! Saya tolak pilihan seperti itu. Secara saya kan dulu mahasiswa. Saya ungkapkan saja kalau dengan berkelahi justru akan merusak citra polisi itu sendiri”
“Terus?”
“Akhirnya tidak jadi berkelahi. Urusan beres”
“Memangnya kenapa kok bisa sampai begitu?”
“Biasalah Pak sesama anak muda. Hehehe”
Jari saya biarkan colek lengan kanan si bapak polisi yang berbulu itu. Biar terkesan genit. Biasanya kalau orang sudah digenit-genitkan oleh orang lain mereka tidak akan marah. Bisa jadi karena tergoda. Atau bisa juga karena jijik digoda oleh sesama jenis. Lain ceritanya kalau lawan jenisnya. Tapi memang itu maksud saya. Agar si bapak polisi merasakan keduanya. Syukur-syukur kalau penasaran. Soalnya selama ini pun saya selalu penasaran dengan polisi. Kenapa dari dulu hingga sekarang mereka berseragam coklat. Apakah tidak takut dituduh sebagai pramuka. Padahal kan agar kesannya bersih, netral, elegan, lebih baik seragam mereka diganti menjadi warna putih. Pasti kesannya lebih elok. Eh, tapi tidak juga. Kalau tengah malam, polisi sedang melakukan operasi salah-salah dikira pocong. Saya batalkan pernyataan saya tentang seragam tadi.
“Sedang buat SIM atau perpanjang?” tanya Pak polisi.
“Perpanjang SIM A & C Pak”
“Oh”
“Sayang ya Pak, bikin SIM tidak online seluruh Indonesia. Kayak bank begitu” sesal saya “Coba kalau seperti di luar negeri yang semua surat-surat administratif ini diselesaikan satu atap. Pasti saya tidak perlu jauh-jauh pulang ke Bandung”
“Memangnya dari mana?”
“Saya kerja di Jakarta Pak. Tapi kata polisi disana saya tidak bias memperpanjang SIM disana. Harus di Bandung. Atau bawa surat mutasi”
“Iya sih kalau semua kayak di luar negeri seperti itu enak”
“Coba saja capres-capres yang sedang pemilu seperti itu ya Pak!”
“Hehehe…” Si Bapak terkekeh.
“Pak, kalau SBY ikutan tes SIM dan perpanjangan juga tidak?” tanya saya.
“Ya nggak atuh! Dia mah special. Lagian buat apa? Kan sudah ada sopir”
“Kalau James Bond?”
“James Bond?”
“Iya James Bond agen 007!”
“Gak tahu. Tanya saja ke bosnya!”
“Kalau misalnya gaji polisi diturunkan oleh SBY bagimana Pak?”
“Memangnya SBY yang bakal jadi presiden lagi?”
“Kan ini mah misalnya Pak. Kalau SBY jadi presiden lagi ceritanya”
“Ya kita sebagai aparat sih bagaimana atasan saja. Kita ini kan mengabdi”
“Iya saya tahu Pak.” kata saya, “Ini mah dari lubuk hati yang terdalam, bagiamana perasaan Bapak?”
“Ya kalau kayak begitu sih saya tidak suka”
“Berarti bapak tidak akan mencontreng SBY dong?”
“Polisi kan tidak ikutan pemilu. Kita malahan jaga di TPS”
“Oh iya ya”
“Memangnya Bapak nanti mau pilih siapa?” sekarang bagian polisi yang bertanya kepada saya.
Saya jawab saja, “Pilih Pak Haji Deden!”
“Kok Deden sih?”
“Ya iya lah Pak. Secara Pak Haji Deden lah yang visi misinya sesuai dengan apa yang saya mau. Kalau Pak Bambang, Pak Yusuf terus Ibu Wati mah menurut saya itu bukan pilihan”
“Bentar…bentar… pemilu mana dulu nih?
“Iya pemilu kades di desa saya!” tegas saya, “Bayangkan saja. Hanya Pak Deden yang punya prinsip memajukan desa dengan menanam padi dan umbi-umbian di desa saya. Sedangkan yang lain, mereka inginnnya membudidayakan perikanan laut. Padahal seharusnya bapak tahu sendiri. Desa saya itu adanya di atas gunung. Perut warganya diciptakan untuk makan makanan sejenis padi-padian. Kalau dikasih seafood sedikit saja biasanya mereka langsung gatal-gatal. Malah sebagian muntah. Sok menurut Bapak mendingan mana?”
“Maksud saya bukan yang itu”
“Jadi yang mana?”
“Pemilu presiden nanti tanggal 8 Juli”
“Oh yang itu. Bilang atuh dari tadi!”
“Kan tadi kita sedang membicarakan pemilu”
“Saya kira pemilu di desa saya”
“Si Bapak mah otaknya kemana saja”
“Yeeee… Bukan kemana saja. Ada disini nih” telunjuk saya arahkan ke kepala saya. “Tapi kalau pemilu sekarang sih. Ya tetep saya pilih Pak Haji Deden saja!”
“Ceritanya golput nih Pak?”
“Bukan maksud saya untuk menjadi golput. Tapi berhubung cita-cita saya begitu tinggi. Saya khawatir tidak ada capres yang dapat memenuhi apa yang saya cita-citakan. Kan kasihan nanti kalau mereka tidak amanah maka dosanya ditanggung mereka. Bayangkan saja kalau 200 juta rakyat Indonesia tidak merasa mimpi mereka terakomodasi. Apa tidak berbahaya tuh buat pemimpinnya di akhirat kelak. Saya tidak mau menjadikan mereka berdosa karena saya”
“Tapi kan kita ini harus peduli dengan negara ini”
“Bukan saya tidak peduli dengan negeri ini Pak. Justru karena saya pedulilah maka saya memilih begitu. Lagian kalau tidak peduli, buat apa saya capek-capek memperpanjang SIM. Toh, kalau tidak peduli mah kumaha aing we rek make SIM atawa heunteu oge. Memperpanjang SIM itu salah satu bukti kecil kalau saya ini ingin keadaan negeri ini teratur, tertib dan sesuai dengan aturan hukum”
“Kalau tidak salah saya pernah baca kalau kita harus memilih yang terbaik dari yang terburuk. Bener tidak Pak?” ujar Pak polisi
“Kok tanya ke saya? Tanya ke yang menulisnya saja Pak! Hehehe…”
“Iya tapi ada kan hukumnya seperti itu”
“Kalau saya sih begini saja Pak. Kalau misalnya Bos kita menyuruh kita sholat tapi tanpa sujud dan takbiratul ikhram. Kira-kira Bapak mau sholat tidak? Atau mau menuruti apa kata Bos?”
“Ya nggak lah. Masa sholat begitu!”
“Yakin ni Pak?”
“Iya”
“Kalau Kapolwiltabes bilang seperti itu?”
“Masa beliau bilang begitu sih!”
“Segalanya bisa mungkin saja terjadi Pak. Apalagi dunia ini bulat” ujar saya, “Bagi saya, kalaulah hal tersebut tidak sesuai dengan apa yang telah dijadikan aturan meskipun niatnya benar maka tetap saja hal itu salah. Jadi kalau sholat tanpa sujud & takbir itu berarti sama saja tidak sholat. Tidak ada nilai ibadahnya sedikit pun. Sebab ketakutan kita hanya kepada Bos bukan kepada Allah”
“Berarti kalau begitu sholat tidak perlu. Sama berdosa dong?!”
“Saya tidak mengatakan sholat tidak perlu. Sholat itu wajib. Usaha kita agar sholat itu terlaksana pun menjadi wajib hukumnya kalau sholat itu terhalangi prakteknya. Jadi bukan berarti saya tidak akan sholat justru saya akan paksa Bos saya sholat sesuai dengan aturan yang benar”
“Memangnya capres-capres yang ada sekarang ada yang menghalangi sholat?”
Gubrags! Ini saya yang bego atau capres yang bego ya? Tapi kayaknya saya yang salah menjelaskan. Maklumlah. Saya sudah kecapekan menunggu proses perpanjangan SIM ini. Sejak dari jam 8 pagi hingga jam 3 sore masih saja nama belum dirayu-rayu oleh pengeras suara.
“Bapak Begundal Milita!”
Yeah! Akhirnya nama saya dipanggil juga. Penantian seharian tuntas sudah. Saya angkat bokong saya menjauhi bangku.
“Pak, saya pamit dulu. Nama saya sudah dipanggil” dengan sopan saya meminta pengertian polisi yang sejak tadi menemani saya membuat waktu seolah-olah habis.
“Oh iya. Silakan lanjutkan!” jawab polisi.
“Pak, Bapak tidak sedang beriklan kan?”
“Maksudnya?”
“Iya itu tadi yang Bapak bilang; Lanjutkan!”
“Hahaha….. Tidak. Tidak. Bisa saja si Bapak mah”
Iya Pak saya juga tahu maksud Bapak. Mana mungkin Bapak polisi yang budiman menjadi agen capres tertentu. Saya paham bahwa yang bapak maksud agar saya melanjutkan proses perpanjangan SIM-nya. Dan saya tahu yang Bapak maksudkan juga agar saya melanjutkan pilihan golput saya. Benar tidak Pak?
Kalaulah memang benar apa adanya. Maka saya pun akan; LANJUTKAN!
Diposting oleh Begundal Militia di 22.44 0 komentar
Spying In Solo

Sengaja saya sekarang tidak banyak cerita. Soalnya saya bosan bercerita dengan mengetikkan jari-jari saya ke keyboard komputer. Bukan bosan tapi memang tidak mau. Biar sesekali ada sesuatu yang baru.
Sengaja juga saya sekarang tidak banyak bercerita tentang Bandung & Jakarta. Soalnya saya bosan tinggal disana. Bukan bosan tapi memang disuruh bos intelejen untuk pergi ke luar kota. Ceritanya melakukan aksi mata-mata di Solo. Biar itu intel-intel yang hobinya menginteli mujahidin & ummat Islam pada bosen jadi intel.
Memang ngaruh ya kalau saya kesana?
Setidaknya dengan apa yang saya dapatkan dari operasi intelejen ini akan membukakan mereka (para intel). Membukakan apa saja. Mau mata, baju sampai celana kolor juga terserah mereka. Saya hanya memberikan sebuah alternatif pilihan bagi mereka dalam bertugas. Ya daripada menginteli mujahidin & ummat Islam mending menginteli apa yang telah saya hasilkan ini (hasil bisa dilihat gambarnya). Lagian Kan sesama muslim tidak boleh berburuk sangka juga ber-tajasus. Betul kan?
Sedikit petunjuk buat membaca gambar. Keterangan dibawah ini sesuai dengan apa yang ada di gambar. Dibacanya sesuai dengan arah kencleng Jumatan. Yang tidak pernah jumatan tanya sama yang suka jumatan.
Silakan dinikmati! Silakan diinteli!
Keterangan gambar;
1. Bandeng Mbak Mar
2. Revolt.Net
3. Galabo
4. Gerbang Alun-Alun Selatan
5. Alun-Alun Selatan
6. Alun-Alun Utara
7. Keraton Surakarta
8. Kyai Slamet
9. Gerbang Masjid Keraton
10. Masjid Kesunanan
11. Menara Mesjid Keraton
12. Monumen Perjuangan
13. Taman Balekambang
14. Selat Solo
15. Beras Kencur Mix
16. Pecel Ndeso
17. Galeri Seni Solo
18. Sate Banjir
19. Wedang Dongo
20. Tengkleng Gapura Klewer
21. Bestik Hardjo
22. Kampung Batik Kauman
23. Serabi Notosuman
24. Es Sarang Gurung
25. Memanah Soloan
26. Gudeg Ceker
27. Pasar Klewer
28. Sate Buntel Timin
29. Sate Kere Yu Rebi
30. Kolam Renang Lor In
31. Gempol Plered
32. Stasiun Solo Balapan
Diposting oleh Begundal Militia di 08.47 0 komentar
